Jadi Peserta PRB JKN-KIS, Hemat Tenaga dan Waktu
Boven Digoel, Jamkesnews – Maria Kowetmanip (39) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang menderita kondisi ulkus diabetikum. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka dan perlu segera ditangani oleh dokter.
Kurang lebih 2 tahun yang lalu Maria mengidap diabetes mellitus. Sebagai seorang istri dan ibu dari 2 orang anak, ia merasa sangat beruntung bisa menjadi peserta JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, penyakit yang saat ini ia derita tentunya membutuhkan biaya yang besar karena pengobatannya tidak hanya sekali.
“Bagi saya, menjadi peserta JKN-KIS menjadi salah satu hal yang sangat saya syukuri. Beberapa kali saya menggunakan kartu JKN-KIS untuk pengobatan penyakit, saya tidak pernah mengalami kesulitan dan semua layanannya gratis, termasuk obat yang selama ini sudah saya konsumsi. Sudah beberapa kali saya menjalani perawatan rawat inap dirumah sakit karena kondisi kesehatan saya yang tidak stabil,” ucapnya. Kamis (17/06).
Awalnya Maria merasa tidak ada yang aneh dengan dirinya karena setiap kali cek gula darah nilainya selalu normal. Namun belakangan ini muncul luka-luka sehingga membuatnya khawatir.
“Dengan kondisi yang ada sekarang saya merasa cemas mengenai kondisi kesehatan saya ke depannya. Program JKN-KIS selalu menemani setiap kali berobat. Apalagi sekarang setiap kali ambil obat bisa langsung ke apotek yang telah ditunjuk, jadi saya tidak perlu lagi ke rumah sakit untuk mengambil resep dan itu sangat memudahkan saya. Kalau tidak salah ini namanya Program Rujuk Balik (PRB),” terangnya.
Maria menambahkan keunggulan yang dirasakan dengan mengkuti PRB tersebut, di antaranya lebih efisien, hemat tenaga dan waktu.
“Praktis, menurut saya itu adalah kata yang pantas mengenai program tersebut. Nantinya setelah saya keluar dari rumah sakit dan dinyatakan kondisi saya stabil, saya akan melanjutkan ikut dalam program tersebut karena sangat efektif dan efisien,” tutur Maria.
PRB sendiri merupakan pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif, yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. (TR/ar)
