Pembangunan Venue Anggar ‘Archelaus Sai’ Sudah 90 Persen
Merauke, PSP – Bangunan venue cabang olahraga Anggar untuk pelaksanaan PON XX di areal gereja St. Yosep Bambu Pemali dengan nama Archelaus Sai didirikan menggunakan uang umat yang secara sukarela diberikan. Guna berkontribusi dalam pelaksanaan PON khususnya cabang olahraga Anggar.
Ketua Pembangunan Archelaus Sai Anton Sulistianto mengatakan, secara exsisting kondisi bangunan sudah mencapai 90 persen.
“Secara exsisting kondisi bangunan kami baru 90 persen. Beberapa tempat perlu dilakukan revitalisasi, terutama untuk tempat parkir dan ada perbaikan drainase yang harus dilakukan sehingga bisa dikatakan layak sebagai venue cabang Anggar,” ujar Anton dalam pertemuan dengan Pansus DPR Provinsi PB PON di Swiss-Bell Hotel baru – baru ini.
Anton mengatakan, mengenai isi atau perlengkapan lainnya sampai saat ini belum dipenuhi oleh pihak PB PON.
“Kami sudah sering di datangi oleh rombongan berkali – kali mulai bulan Nobember 2020 lalu sampai terakhir di bulan Maret, tetapi mengenai isinya baru akan, dan baru akan, dengan kata lain mereka hanya memberikan mimpi kepada kami. Tetapi sepenggal surat pun yang berkaitan dengan permohonan untuk penggunaan gedung baru kami dapatkan dari Subda PON pada tanggal 18 April 2021,” kata Anton.
Memang, prinsipnya kata Anton, dewan pastoral paroki bersedia untuk Archelaus Sai digunakan sebagai venue cabang olahraga Anggar.
“Minggu lalu kami kami juga kedatangan PB PON Papua Bidang 1 yang katanya sebagai jantung penyelenggaraan PON. Kami bicara dan didampingi pastor Paroki kami, dalam pembicaraan ternyata mereka mengaku sudah melakukan tender terhadap kebutuhan yang ada di lapangan dan kami kaget karena kami tidak tahu apa yang ditenderkan. Kebutuhan kami dilapangan mereka tidak tahu tetapi tiba – tiba sudah ditenderkan,” ungkap Anton.
Anton katakan, pihak gereja St. Yosep Bambu Pemali sedianya sudah memiliki master plan untuk 20 tahun kedepan.
“Dan kami sampaikan didalam areal gereja St. Yosep Bambu Pemali bahwa kami sudah punya master plan untuk 20 tahun kedepan jadi tidak sembarang untuk meletakkan bangunan permanen didalam arela gereja. Dan kami sudah tolak bahwa tidak ada bangunan lain di areal gereja selain yang sudah direncanakan,” kata Anton. Anton katakan, pihak gereja berharap tender tersebut sebaiknya di revisi kembali dan melihat kondisi exsisting yang diperlukan gereja. [ERS-NAL]
