Terkait Statmen Bupati soal Pemilihan Rektor, Moses : Bagi saya itu pernyataan Bijak
Moses Yeremias Kaibu
Merauke, PSP – Dalam pemberitaan sebelumnya, Bupati Merauke menyampaikan ingin mengintervensi Pemilihan Calon Rektor Universitas Negeri Musamus (UNMUS) Merauke. Pernyataan yang disampaikan Bupati Drs. Romanus Mbaraka tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Merauke, Moses Yeremias Kaibu.
Menurutnya, sebuah lantunan yang bijak dari seorang kepala daerah untuk memperjuangkan agar bagaimana posisi jabatan tertentu di bumi Anim-Ha harus diduduki oleh orang asli Papua.
“Bagi saya itu pernyataan bijak. Jadi apa yang disampaikan pak bupati, bahwa beliau selaku harapan dari anak – anak Papua Bupati sebagai anak negeri, perpanjangan tangan dari pemerintah pusat wajib melakukan perlindungan terhadap orang asli Papua dari segi membangun negeri ini. Sekalipun beda kementrian, tidak ada salahnya karena perguruan itu berada di wilayah Merauke. Dan itu bagian dari pembangunam di negeri ini,” tutur Moses dari balik selulernya, kemarin.
Dikatakan Moses, pendirian Musamus awlanya mulai didorong oleh almarhum Pastor Nauce ,yang didukung dan dilanjutkan oleh pak Jhon Gluba Gebze.
“Akta pendirian juga menggunakan ijazah pak Romanus. Selain itu pendirian dan pergerakan Musamus pun dimulai dengan menggunakan dana APBD, jadi beliau yang tau banyak karena beliau saat itu kepala Bappeda,” ungkap Moses.
Menurut dia, tidak ada masalah dengan langkah yang akan diambil oleh Bupati Merauke agar bagaimana anak Papua bisa berdiri diatas tanahnya sendiri.
“Kita melihat ini dua sisi, pertama beliau sebagai kepala daerah harus mendukung rencana kerja perguruan tinggi yang memang kementriannya sendiri. Tetapi ini berkaitan dengan wilayah perguruan itu berada, dimana itu menjadi tanggung jawab beliau,” tandasnya.
Bukan maksud intervensi, kata dia, tetapi mohon pengertian dan keberpihakan agar memimpin di negeri ini. “Bukan bermaksud negatif. Sebagaimana pernyataan presiden bahwa pembangunan difokuskan di kampung dan terutama di Papua di semua segi pembangunan, baik itu bupati, pembangunan fisik, peningkatan SDM supaya benar wajah kami ada di republik ini. Tapi kalau itu tidak di akomodir berarti betul kami tidak dihargai di republik ini,” pungkasnya. [ERS-NAL]
