Insentif Covid-19 Tak Kunjung Cair, Nakes RSUD Merauke Ngadu Ke Dewan
Para petugas medis Covid-19 di RSUD Merauke sesaat berada di gedung DPRD untuk mengadu soap insentif yang tak kunjung cair.Foto: PSP/ERS
Dewan : pencairan insentif itu dipastikan akan dilakukan dalam minggu ini
Merauke, PSP – Ratusan Nakes (Tenaga Kesehatan) penanganan pasien Covid-19 di RSUD Merauke, Senin (2/11) datang ke Kantor DPRD Merauke. Maksud kedatangan mereka ke rumah wakil rakyat itu untuk mengadu, lantaran insentif atau honor penanganan covid-19 yang dijanjikan tak kunjung diberikan kepada ,mereka sampai saat ini.
Para nakes datang ke kantor DPRD dengan dikoordinir oleh perawat ruang Covid-19, Norberta Silva. Dia datang bersama dengan nakes baik dari UGD Covid-19, supir ambulance, bidang gizi, cleaning service, perawat poli, bidan, perawat ruang anak, penanggung jawab Covid-19, dan bagian kamar jenazah.
“Selama ini kami sudah bekerja, hak kami dimana, mulai sejak akhir bulan Maret. Ini sudah bulan November. Kami tergesa – gesa dari pada kami bertanya – tanya sehingga kami datang kemari. Kami pikir DPR adalah lembaga yang menetapkan keuangan daerah dan mengawasi,” jelas Norberta dihadapan para wakil rakyatnya yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Merauke, Hj. Almarotus Solikah,SH.I.
Norberta mengungkapkan awal mula Covid-19 terdengar begitu sangat menakutkan namun tetap dihadapi karena sudah terikat sumpah.
“Awal mula ini semua menakutkan, tapi demi pelayanan dan kami sudah sumpah janji. Selama ini kami hanya bermodalkan semangat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Merauke, Hj. Almarotus Solikah,SH.I, menyebutkan bahwa anggaran itu sudah disetujui.

“Waktu itu sudah disetujui dan disampaikan oleh pak Sekda tetapi anggaran yang disampaikan itu menurut kami pihak banggar DPRD agar dirasionalisasikan karena sangat tinggi dan tidak mampu,” kata Almarotus Solikah.
Namun, kata dia, insentif itu justru sudah disepakati. “Sudah disepakati saya lupa berapa nominalnya dan ini sesungguhnya sedang menunggu. DPA nya belum dikirim ke dinas – dinas terkait karena ini bukan hanya dinas kesehatan saja semua dinas, jadi tinggal menunggu pencairan,” tandasnya.
Almarotus Solikah menegaskan pencairan insentif itu dipastikan akan dilakukan dalam minggu ini.
“Tadi pak sekda sudah telepon kok sama direktur RSUD Insyaallah dalam minggu ini akan diselesaikan nanti tinggal dikondisikan DPA nya,” kata dia.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua II DPRD Merauke Dominikus Ulukyanan,S.Pd, mengatakan Kabupaten Merauke sempat menerima penghargaan karena dinilai berhasil menangani wabah Covid-19. Tapi disisi lain ujung tombak penanganan Covid-19 ternyata tidak diperhatikan. “Merauke dapat pujian, dapat hadiah karena Covid, tapi tim medis tidak diperhatikan. Saya minta administrasi diselesaikan dengan baik dan cepat,” pinta dia. [ERS-NAL]
