Saat Melintas di Kuda Mati, Mobil Fortuner Milik Ketua KPU Dilempar OTK

0
Kasat Intel dan anggota Polres Merauke saat menemui sambil mengecek kondisi mobil yang ditumpangi Ketua KPU, di RS Bunda Pengharapan, Senin malam.

Kasat Intel dan anggota Polres Merauke saat menemui sambil mengecek kondisi mobil yang ditumpangi Ketua KPU, di RS Bunda Pengharapan, Senin malam.Foto: PSP/FHS

Merauke, PSP – Sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna hitam yang ditumpagi oleh Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze,SH, jadi korban pelemparan oleh orang tak dikenal di Jalan Kudamati, Senin (12/10), sekira pukul 21.40 Wit.  Akibatnya, bagian atas body sebelah kanan, tepatnya di atas sopir mengalami penyok.

Kapolres Merauke, AKBP Ary Purwanto,S.IK yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kini insiden tersebut sedang dalam penyelidikan oleh Satuan Reskrim. Peristiwa itu terjadi, saat Ketua KPU dalam perjalanan pulang dari kantor  menuju kediamannya.  Saat melintas sekitar Jalan Kudamati, ada seseorang yang tidak kenal, melakukan pelemparan.

“Berita yang berkembang, baik di medsos maupun group WA, bahwa mobil Ketua KPU ditembak, itu tidak benar,” tegas Kapolres.

Pihaknya sendiri sudah melakukan pengecekan TKP. Dimana,  saat itu Ketua KPU sedang mengamankan diri di kompleks RS Bunda Pengharapan. Setelah dicek mobil dan TKP, mobil hanya penyok sebelah kanan atas. “Kita bisa menyimpulkan dan memastikan, bukan karena tembakan, tapi karena benda tumpul, kemungkinan kayu atau batu,” bebernya.

Memang daerah Kudamati, rawan terhadap masyarakat yang mengkonsumsi miras. Beberapa kali juga ada kejadian di sana. Karena memang, situasi jalan minim penerangan, sehingga banyak gangguan kamtibmas yang terjadi.

“Dugaan sementara, karena berdasarkan lokasi dan sering kejadian,  karena banyak  pemuda yang menenggak miras di situ. Tapi kita masih dalami apa motif dibalik pelemparan itu,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze,SH,  menyebut kejadian itu terjadi saat dirinya bersama anak hendak pulang ke rumah. Saat melintas di Kudamati, tiba-tiba terdengar dentuman besar, seperti bunyi tembakan yang mengenai mobil yang ditumpanginya. Namun olehnya, memerintahkan ajudan agar terus melaju dan  masuk ke area RS Bunda Pengharapan, untuk menyelamatkan diri. 

“Langkah pertama, yang saya lakukan menelpon Kasat Intel, menyampaikan posisi dan keadaan saya. Tidak lama, Kasat Intel bersama anggota datang melakukan penyisiran TKP,” katanya.

Hasil penyisiran, memang, tidak menemukan pelaku. Namun, mobil mengalami sedikit peot. Indikasinya, dilempar menggunakan kayu atau besi. Theresia juga berharap insiden itu, tidak ada hubungannya dengan situasi politik yang sedang memanas saat ini.  Namun, ke depannya, pengamanan akan lebih ditingkatkan dan lebih waspada lagi. “Saya selalu postif thinking saja. Karena, sejauh ini saya belum pernah dapat terror. Aktifitas, masih aman-aman saja. Memang saya sempat syok, karena bersama dengan anak. Karena memang juga, daerah itu dikenal rawan,” tandasnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *